FILSAFAT AYAM

Demikianlah aq menyebutnya…

Ini cerita yang biasa Bapak jadikan nasehat :

Seekor ayam…

Mulai dari telur, di-erami induknya. Hingga menetas dan menjadi ayam kecil. Induk ayam akan selalu menjaga anak2x. Bila ada musuh mendekat akan dijagax. Ketika menjadi anak ayam, selalu si induk mengais2 tanah mencarikan anak2x. ternyata itu adalah carax memberikan contoh. Hingga pada saat tertentu, ketika anak ayam itu meminta makan dari indukx, si induk ayam mematuk2 kepalax dan membuat si anak ayam menjauh. Itulah saat dimana si anak ayam harus mulai mencari makananx sendiri. Saatx untuk menjauh dari si induk. Dan ayam, setiap hari keluar mengais2 makanan, dan bisa membuat dirix kenyang.

 

Dari situlah bisa diambil pelajaran :

  1. Jangan mau kalah sama ayam dwoong. Manusia kan di beri akalbudi dan fikiran untuk bisa memenuhi sgala kebutuhanx dengan bekerja. Jadi ya jangan malas2an… Sampai muncul pepatah, “klo bangun jangan ciang2, tar rejekix dipatok ayam lhoo.
  2. Ada saatx manusia itu diberikan ilmu. Diberi makan dan dijagain. Tapi itu gagz isa selamax. Karena ada saatx juga manusia harus bertahan hidup sendiri. Hingga kelak mampu melindungi dan memberikan contoh kepada generasi yang berikutx.
  3. Jangan pernah menyerah, jangan bermalas2an. Karena gagz ada sesuatupun di dunia ini yang bisa diperoleh tanpa usaha yang keras.
  4. Tapi jangan sampe berperilaku kyk ayam yaaaaaaaaaa…

–indahbegituindah–

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: