PENJAGA WAKTU

Ada suatu cerita…

Pada jaman dahuluhiduplah seorang Pangeran. Suatu hari Pangeran berangkat menyebrang hutan dan mendaki pegunungan untuk menemui Putri, kekasihx.

Butuh waktu 3 hari untuk menyebrangi hutan ituw.

Hari pertama dia kepanasan, hari kedua kehujanan, dan pada hari ketiga dia kelelahan. Kemudian dia melihat sebuah gubuk reot di tepi hutan.

Tanpa banyak ba-bi-bu dia masuk ke dalam gubuk itu dan bertemu seorang kakek.

“Anak muda, siapa kamu?” sapa kakek ituw.

“Saya adalah Pangeran.”

“Apa yang kmu cari disini?”Tanya kakek.

“Saya mau istirahat, Kek. Mo nyebrangin hutan untuk ketemu sama kekasih saya di seberang pegunungan ini. Kakek siapa?”

“Saya adalah PENJAGA WAKTU.” Kakek itu menunjuk ke arah sebuah peti. “ Saya simpan di dalam sana. Tapi saya sudah tua dan harus nyerahin WAKTU ke seseorang sebelum meninggal. Kamu mau?”

Pangeran tentu seneng banget denger permintaan kakek itu. Dan tanpa ragu mengangguk.

Kakek berujar, “Tapi WAKTU bisa bahaya bila seseorang gagz pinter makainya. Kalau dikasih WAKTU, kamu mo ngapain?”

“Saya mau terus jalan, terus waktunya Saya percepat biar gagz perlu berlama2 ketemu sama Putri.” jawab Pangeran.

“Mo dipercepat? Yakin?” Tanya Kakek ragu.

Pangeran gagz ngira bakalan ditanyain kyk gtuw.

“Coba kamu pulang dan pikirin dulu apa yang bakalan kamu lakuin. Kalau sudah menemukan jawabanx kembali lagi kesini.”

Selama perjalanan Pangeran mikirin apa yang bakalan dilakuin.

Kalau dia punya WAKTU, bisa ketemu Putri kapan aja. Tapi pangeran penasaran bngtz dengan pertanyaan Kakek.

Dua hari kemudian dia kembali ke gubug ituw dan Kakek telah menunggunya.

“Sudah dapat jawabannya?” Tanya Kakek yang dijawab anggukan. “Gimana?”

“Saya pikir, daripada mempercepat waktu untuk ketemu Putri, mending saya simpan selama perjalanan. Tapi paz ktemu nanti, waktu akan saya hentikan.”

Kakek hanya menatap pangeran untuk menyakinkan jawabanx.

“Kayakx gagz jadi dech ngasih WAKTU buat kamu.”

“Jawabanx salah ya, Kek? Tapi boleh khan minta kesempatan sekali lagi? Setelah mikir, saya akan kembali lagi.”

Pangeran pun semakin besar menahan kerinduanx pada sang Putri. Kakek dengan usiax yang smakin tua semakin cemas. WAKTU tidak boleh diserahkan kepada orang yang tidak tepat. Hingga pada akhirx pangeran kembali lagi ke gubuk reot ituw…

“Ini kesempatan terkhirmu.” Ujar Kakek yang disusul anggukan pangeran.

“Iya, Kek. Saya udah dapet jawabanx koq…”

“Apa itu?”

“Saya akan menggantung WAKTU ituw di atas pohon. Biar dia berlalu sebagaimana mestix. Melewati musim, melewati kehidupan. Biar saya lewati semua tantangan dan rintangan untuk menemui sang Putri. Biar dia menunggu disana. Kalau sudah saatnya pisah, biar saatnya tiba. Biar semua itu terjadi untuk menguji cinta kami. Toh saya akan tetap selalu mencintai dia, koq.”

Dan sebelum ajal menjemput, Kakek menyerahkan waktu itu pada Pangeran.

 

Nie cerita yang pernah aku baca…

Aq harus menyadari, ada hal yang sebenarx jauh lebih bermakna melebihi “sesuatu” yang terlihat mata… =)

Cmoga “rasa” itu akan selalu tetap terjaga…

–INDAHBEGITUINDAH–

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: